Benarkah Menjadi Pengusaha Lebih Stres Daripada Karyawan?

Dari judul diatas, kurang lebih siapa yang lebih stress gan ? entrepreneur atau karyawan ? barangkali anda dapat menjawab entrepreneur dikarenakan mereka mesti mengurusi semua perusahaan serta semua type permasalahannya dari a-z. namun karyawan cuma butuh mengurus kerjaannya sendiri saja tanpa mesti mempersoalkan prospek usaha dikarenakan sepanjang tetap digaji, maka tidak problem bila perusahaan untung atau rugi. apakah benar demikian gan ?
bila dipandang dari peliknya persoalan, pasti entrepreneur memiliki beban yang lebih berat dibanding karyawan. benar bila mereka memanglah mesti mengurus seluruh problem dimulai dari a-z. apalagi problem yang jauh di hari esok lalu telah mesti mereka pikirkan. entrepreneur telah mesti mulai dapat memprediksi trend yang dapat nampak untuk lihat kesempatan untuk mengembangkan perusahaan sekalian hadapi tantangan supaya dapat survive. dikarenakan persoalan ini, beberapa besar entrepreneur alami stress yang disebabkan dikarenakan rasa kecemasan yang terlalu berlebih.
tetapi bila dibanding dengan aktivitas operasional sehari-hari, entrepreneur tidak lebih stres dari pada karyawan. mesti kita akui gan, bahwa mental entrepreneur lebih hebat dari pada karyawan. entrepreneur telah rasakan perjuangan jadi bawahan sebelum saat selanjutnya mengambil keputusan untuk buka usaha sendiri. hingga mereka ketahui bagaimana stress yang dihadapi oleh bawahan sekalian langkah penanggulangannya. lantas kerapkali stres yang dihadapi karyawan didalam kebiasaan sehari-hari tidak terlampau merubah seorang entrepreneur.
di segi lain, tingkat stres untuk karyawan tidak sama dengan entrepreneur. mereka jarang sekali dihadapkan pada kondisi kecemasan dikarenakan yang mutlak sepanjang gaji tetap dibayar, maka tak ada persoalan. yang punya masalah hanya kemampuan mental mereka saat menghadapi persoalan kebiasaan kerja sehari-hari.
pekerjaan karyawan dapat disebut lebih ‘realistis’ dikarenakan prosedur kerjanya ( job desc ) telah tersusun dengan tentunya oleh perusahaan. tetapi saat dihadapkan pada kondisi pekerjaan yang mulai sedikit runyam serta lebih sukar dari umumnya, maka sering dari beberapa besar karyawan alami stres yang apalagi semakin besar daripada seorang entrepreneur.
bagaimana menurut anda, lebih stres lantas entrepreneur atau karyawan ? seluruhnya bergantung pilihan anda.

5 Cara jadi bos yang disukai karyawan

Menjadi atasan yang baik bukan cuma menguntungkan karyawan, tetapi juga diri sendiri. Sebab reputasi yang baik sebagai bos secara tidak langsung mampu mengantarkan Anda pada karir yang lebih cerah. Lantas bagaimana caranya agar jadi bos yang disukai karyawan? Simak selengkapnya seperti yang dilansir dari She Knows berikut ini.

Percaya

Jangan jadi bos yang pekerjaannya hanya memata-matai karyawan. Beri kepercayaan pada mereka. Jika seandainya ada kesalahan yang dibuat, baru Anda bisa menegur karyawan. Terlalu ketat memperhatikan gerak-gerik karyawan hanya membuat merek tidak nyaman bekerja.

Selalu ada

Karyawan pasti bertanya-tanya ke mana bosnya pergi jika tidak datang ke kantor atau rapat. Maka dari itu sebisa mungkin Anda harus selalu ada untuk karyawan. Kalau memang tidak bisa masuk kantor, jangan pernah lupa memberitahu karyawan. Bukan bawahan saja yang perlu pemberitahuan ketika tidak bekerja, bos juga harus begitu.

Berteman

Menjadi bos yang disukai karyawan bisa dilakukan dengan cara berteman dengan mereka. Jangan malas berbasa-basi tentang kehidupan karyawan di luar tempat kerja. Kenali setiap karyawan sebagai seorang teman agar mereka juga semakin menghargai Anda.

Berterima kasih

Jika karyawan menunjukkan peningkatan kerja yang maksimal, sebaiknya ungkapkan rasa terima kasih dan penghargaan Anda pada mereka. Caranya bisa dengan mengajak makan siang bersama di luar atau membawakan mereka makanan ringan seperti donat dan kopi.

Masukan

Salah satu kualitas terbaik seorang bos adalah mau menerima masukan dari karyawan. Jika Anda ingin menjadi bos yang berkualitas sekaligus disukai, jangan ragu untuk meminta masukan, baik positif maupun negatif, dari karyawan di kantor.
Itulah beberapa cara agar Anda bisa jadi bos yang disukai karyawan.


5 Faktor yang mempengaruhi kinerja kerja karyawan

Perusahaan yang baik harus mampu mengukur setiap kinerja karyawannya, karena hal ini merupakan salah satu faktor yang menentukan apakah sebuah target yang diberikan perusahaan dapat dicapai atau tidak. Kinerja kerja seorang karyawan tidak selalu berada dalam kondisi yang baik karena hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, oleh karena itu ada baiknya jika Anda sebagai pemimpin perusahaan mengetahui apa saja faktor yang dapat mempengaruhi kinerja kerja karyawan Anda.
Berikut ini merupakan 5 faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan Anda, diantaranya :

Fasilitas Kantor

Fasilitas kantor merupakan sarana yang menunjang seorang karyawan untuk melakukan aktifitas kerjanya dengan baik dan apabila perusahaan Anda tidak dapat memberikan fasilitas yang memadai, tentu saja hal ini akan menurunkan kinerja kerja karyawan Anda. Jika Anda adalah seorang Startup yang baru saja memulai usaha, akan lebih baik jika hal ini dijelaskan terlebih dahulu diawal perekrutan karyawan sehingga mereka tahu dan siap bekerja dengan kondisi fasilitas yang kurang memadai.

Lingkungan Kerja

Lingkungan kerja merupakan faktor yang sangat penting untuk Anda perhatikan, karena hampir 80% karyawan resign jika lingkungan kerja mereka tidak baik. Lingkungan kerja yang baik memiliki ruang kerja yang cukup luas, penerangan yang sempurna dan temperatur udara yang sesuai dengan luas ruangan kerja karyawan Anda. Jika ada salah satu fasilitas tersebut yang rusak, langsung segera diperbaiki agar kinerja kerja mereka tidak menurun dan mereka tetap nyaman dalam melakukan aktifitas kerja mereka sehari – hari.

Prioritas Kerja

Berikan prioritas kerja yang jelas. Karyawan akan merasa kebingungan jika Anda memberikan banyak tugas kepada mereka tetapi tidak memberikan skala prioritas yang jelas, kemudian biarkan mereka mengerjakan pekerjaannya satu demi satu dengan timeline yang sudah Anda tentukan dan jangan menambahkan tugas yang lain sebelum pekerjaan tersebut diselesaikan, jika memang ada pekerjaan penting yang harus Anda berikan kepada karyawan, maka Anda harus menggeser deadline pekerjaan yang sebelumnya dikerjakan, supaya karyawan Anda dapat bekerja dengan tenang dan tidak didesak oleh waktu.

Supportive Boss

Sebagai atasan yang baik Anda harus mau “mendengarkan” pendapat dan pemikiran karyawan Anda. Berikan dukungan kepada mereka untuk mengemukakan pendapat dan ide – ide baru pada saat meeting, ajak mereka untuk “terlibat” dalam proyek yang sedang Anda kerjakan. Anda juga harus memberikan ruang kepada mereka untuk belajar dan berkreasi pada bidang yang mereka minati supaya mereka dapat terus mengasah ilmunya, sebab jika suatu saat jika Anda membutuhkan skill tersebut Anda bisa menggunakan tenaga mereka tanpa harus merekrut karyawan baru dan tentu saja hal ini akan menguntungkan perusahaan Anda.

Bonus


Sebagian besar karyawan akan bekerja dengan senang hati bila pekerjaan yang mereka kerjakan dihargai oleh perusahaan. Penghargaan terhadap karyawan bisa dimulai dari hal yang sederhana seperti pujian dari atasan atau bahkan berupa bonus. Bonus ini dapat Anda berikan kepada karyawan Anda yang memang benar – benar mampu bekerja dengan baik sesuai dengan yang Anda harapkan. Pemberian penghargaan tersebut ada baiknya jika disaksikan oleh karyawan Anda yang lain, tujuannya untuk memicu rasa kompetisi agar mereka dapat bekerja lebih baik lagi.