1. Sifat Individu (UKM)
2. Percaya Pada Auto Selling ( UKM )
Terkadang Sesorang yang sudah berada pada puncak kejayaan baik dalam hal profit maupun kemampuan memanajemen sebuah UKM, orang tersebut lupa bahwa sebuah produk tidak akan terjual secara otomatis tanpa kita mengupdate teknik penjualan yang ada. Sebuah kebohongan besar jika kita menetapkan sebuah strategy saat ini dan untuk 10 tahun kedepan strategy tersebut akan membuahkan hasil yang sama pada saat ini.3. Management Laporan Yang Tidak Sesuai Aturan ( UKM )
Kebanyakan pebisnis pemula dan kecil tidak mengerti menyusun pembukuan atau laporan keuangan. Tak cukup hanya mengerti akan dunia bisnisnya, seorang pengusaha juga harus bisa mengerti kondisi kesehatan finansial perusahaannya. Semua keputusan bisnis yang akan diambil pengusaha selalu berhubungan dengan arus kas perusahaannya dan target laba di akhir tahun.4. Tidak Pandai Membaca Peluang ( UKM )
Ketika sebuah bisnis tidak berjalan dengan baik, biasanya pengusaha langsung membuat produk baru demi menggenjot penjualan. Hal ini tidak salah, karena bisa menambah omzet yang sudah mulai lesu.Namun, hal itu tidak akan bertahan lama dan melelahkan, karena tak berapa lama harus mencari produk baru lagi demi menggenjot laba. Padahal sebenarnya bisnis yang baik itu adalah bisnis yang fokus ke satu atau beberapa produk saja.
Selama produk tersebut sejak awal sudah dirancang sedemikian rupa sehingga disiapkan untuk jangka panjang, maka pelanggan akan terus mencarinya. Jadi, ada baiknya untuk tidak buru-buru mencari produk baru sebelum produk lama Anda berkembang sampai sempurna, ini adalah rahasia untuk sukses jangka panjang.
5. Kurang Totalitas Dalam Menjalankan Bisnis ( UKM )
Menjalankan usaha kecil yang baru tumbuh memberikan banyak tantangan yang tidak akan Anda sangka sebelumnya. Itulah mengapa alangkah baiknya jika Anda punya akses modal yang cukup. Karena dalam beberapa tahun pertama bisnis model ini membutuhkan perhatian dan dana cadangan yang cukup banyak.Ada beberapa pertanyaan yang harus Anda jawab, berapa besar ongkos produksi? Perlu menyewa tempat untuk usaha atau tidak? Berapa karyawan yang diperlukan?
Begitu Anda sudah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, mulailah mencari modal supaya bisa memulai bisnis impian Anda tersebut.


